Ujicoba Konseptual Model Koordinasi Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif Di Satuan PAUD

Ujicoba Konseptual Model Koordinasi Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif Di Satuan PAUD

Ditulis oleh: Evarita Parhusip, M.Pd

BP PAUD dan Dikmas Sumatera Utara pada Tahun 2020 mengembangkan model sebanyak 16 model. Salah satunya adalah Model Koordinasi Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di satuan PAUD. Pada hari Selasa dan Rabu tepatnya tanggal 18-19 dan 25-26 Agustus 2020 telah sukses melaksanakan  Ujicoba Konseptual Model Koordinasi Penyelenggaraan  PAUD Holistik Integratif di Satuan PAUD tepatnya di TK Glorya II Desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka Kab. Karo.

Ujicoba ini dihadiri oleh peserta ujicoba yang terdiri dari Pendidik, Pengurus Yayasan, Tokoh Masyarakat, Orangtua Peserta Didik, Petugas Lapangan, Koordinator Lapangan serta Tim Pengembang  yang berjumlah 20 orang.Penyelenggaraan ujicoba konseptual di TK GBKP Glorya II Desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo bermitra dengan Lembaga Yayasan TK GBKP Glorya II, Dinas pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kantor Camat, Puskesmas Merdeka, Polsek Simpang Empat dan Koramil Simpang Empat. Lembaga Mitra sangat mendukung kegiatan pengembangan Model Koordinasi Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Satuan PAUD yang telah di ujicobakan di Kabupaten Karo.

Narasumber teknis yang menyampaikan materi pada kegiatan ujicoba pertama dan kedua adalah Ibu Fitria Yuliani Sitorus, Amg selaku Tenaga Nutritionis dari Dinas Kesehatan (Puskesmas) Kecamatan Merdeka Karo dan menyampaikan materi tentang Kesehatan dan Gizi Anak.

Anak merupakan investasi sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan status gizinya mulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Anak usia dini akan sehat jika sejak awal kehidupannya sudah diberi makanan sehat dan seimbang akan dapat mengembangkan  aspek perkembangan anak baik nilai agama dan moral, fisik motorik, sosial emosional, kognitif, bahasa dan seni  secara optimal sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan akan optimal. Zat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan anak tumbuh kembang optimal sehingga dapat mencapai kesehatan yang sempurna, yaitu sehat fisik, sehat mental, dan sehat sosial. Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Anak yang sehat akan bertumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan usia anak.

Setelah materi disampaikan oleh Narasumber, para orangtua peserta didik dengan antusias mengajukan banyak pertanyaan kepada Narasumber. Kesimpulannya bahwa selama ini para orangtua kurang memperhatikan: 1) asupan gizi yang telah dikonsumsi oleh anak karena kesibukan bekerja di ladang; 2) orangtua juga kurang menstimulus perkembangan anak di rumah; 3) orangtua sering panik ketika anak sakit di rumah. Para orangtua menyadari bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tanggung jawab pendidik (guru) di sekolah tetapi tanggung jawab orangtua juga dalam keluarga. Jadi harus ada juga kerjasama antara guru dengan orangtua dalam menstimulus perkembangan anak. Tim pengembang juga menegaskan kepada para orangtua bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah tanggung jawab bersama baik dari segi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak.